Blog

Cara Sederhana DDTK pada Balita



Assalamualaikum 🙂

Hai Sobat Odel 🙂

Pernah ga sobat Odel mendengar atau membaca tentang DDTK atau lebih sering dikenal dengan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita. Kalau saya pernah dan hampir sering mendengar kata DDTK pada saat kuliah di Keperawatan

Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita (DDTK) adalah pemeriksaan untuk mendeteksi lebih dini penyimpangan atau masalah pada tumbuh kembang balita, sehingga apabila ditemukan lebih dini masalah pada tumbuh kembang balita maka intervensi atau penanganannya akan lebih mudah dilakukan.

Kenapa saya mau posting tentang Balita ?
karena saat ini saya memiliki putri berusia 3 tahun 10 Bulan, dimana pada saat usia ini putri saya memerlukan perhatian khusus pada tahap pertumbuhan dan perkembanganya (TumBang).

Anak Balita adalah singkatan dari Anak Bawah Lima Tahun. Balita merupakan periode usia manusia setelah bayi dengan rentang usia dimulai dari dua sampai dengan lima tahun, jika menggunakan perhitungan bulan yaitu usia 24-60 bulan. Lebih sering disebut juga sebagai usia pra-sekolah .

Sebagai seorang ibu terutama yang baru menjadi ibu tentunya kita perlu mengetahui bagaimana caranya  agar ibu dapat mendeteksi TumBang Balitanya sendiri, hal ini dilakukan agar kita dapat mendeteksi lebih dini jika ada penyimpangan atau kelainan pada tumbuh kembang Balitanya, dan itu dapat dilakukan sendiri dengan menggunakan peralatan peralatan yang sederhana. Namun jika si ibu tidak memiliki waktu atau pengetahuan yang cukup tentang DDTK ini, ibu bisa membawa balitanya ke Puskesmas dan Posyandu.

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta Jaringan, berarti bertambahnya ukuran secara fisik dan struktur tubuh sebagian ataupun secara keseluruhan sehingga dapat di ukur dengan tinggi badan dan berat badan.

Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara, bahasa, sosialisasi dan juga kemandirian.

Pada dasarnya pertumbuhan dan perkembangan setiap balita berbeda-beda. Namun yang perlu diwaspadai adalah jika keterlambatan tumbuh kembang mereka terlihat sangat signifikan, oleh karena itu DDTK sangat perlu dilakukan.

Ada beberapa hal yang perlu di waspadai oleh orang tua pada tahapan tumbuh kembang balita yaitu laju pertumbuhan balita dan juga perkembanganya baik itu secara sensorik ataupun motorik.

Ada beberapa cara sederhana untuk melakukan DDTK sendiri dirumah

Untuk Mengukur Laju Pertumbuhan, setiap orang tua yang memiliki anak balita hendaknya memiliki beberapa alat untuk mengukur pertumbuhan balitanya seperti Papan Pengukur Tinggi Anak, Timbangan dan Juga Pita Ukur.

1. Untuk Mendeteksi Laju Pertumbuhan Balita

Untuk mendeteksi laju pertumbuhan Balita dapat menggunakan beberapa alat sederhana yang dapat di temukan dimana saja dengan harga yang terjangkau

Papan Pengukur Tinggi Anak 

Sumber : Google



Papan pengukur tinggi anak ini sangat berguna sekali untuk memantau laju pertumbuhan anak, jadi bunda dapat mengukur dan membandingkan tinggi badannya setiap bulan.sehingga dapat mendeteksi lebih dini jika terjadi kelainan yang signifikan.

Timbangan Berat Badan

Dengan menggunakan timbang berat badan bunda dapat memantau berat badan balitanya
Sumber : Google

Pita Ukur atau Metlin


Sumber : Google



Pita ukur atau metlin adalah sejenis penggaris lentur yang terdiri dari pita kain, platik atau logam, dengan tanda ukuran memanjang dengan unit metrik. Pita Ukur pada DDTK digunakan untuk mengukur Lingkar Lengan Balita dan Lingkar Kepala.

Dengan Menggunakan ketiga alat sederhana diatas ibu dapat mengetahui status gizi balita nya normal, kurus, kurus sekali atau gemuk.
2. Untuk Mendeteksi Perkembangan Balita
Mendeteksi perkembangan balita dilakukan  untuk mengetahui gangguan perkembangan anak  seperti
  • Adanya keterlambatan dalam berbicara
  • Gangguan daya lihat di lakukan dengan tes daya lihat dengan tujuan untuk mendeteksi secara dini kelainan daya dengar agar segera dapat dilakukan tindakan lanjutan sehingga kesempatan untuk memperoleh ketajaman daya lihat menjadi lebih besar
  • Gangguan daya dengar di lakukan dengan tes daya dengar dengan tujuan untuk menemukan gangguan pendengaran sejak dini, agar dapat segera ditindak lanjuti untuk meningkatkan kemampuan daya dengar dan bicara anak.
Nah simpelkan, itu adalah cara awal yang sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh ibu kapan saja. 
Untuk pembahasan selanjutnya yang lebih terperinci akan saya ulas pada postingan berikutnya 🙂
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi Odel’ers

 

Leave your thought

Mom's Odells