Hamil dan melahirkan merupakan suatu hal yang pasti ditunggu-tunggu oleh seorang wanita, terutama kehamilan yang normal dan tanpa masalah. Saya telah 2 kali mengalami proses kehamilan dan melahirkan. Kehamilan pertama dan kedua yang saya alami sangatlah berbeda begitu pula dengan proses melahirkannya. Putri Pertama saya dilahirkan secara normal sedangkan putri kedua saya secara Sectio Caesarea. 

Putri Kedua saya harus dilahirkan secara Sectio Caesarea  karena  tidak ada perubahan pada pembukaan jalan lahir, sedangkan tanda-tanda akan melahirkan sudah nampak oleh karena itu dokter memutuskan untuk melakukan Operasi Sectio Caesarea, saya juga menyetujui untuk dilakukannya operasi tersebut dari pada diberi  obat perangsang, hal ini karena saya takut jika anak bayi yang di dalam kandung terlilit tali pusat. Ternyata yang saya takutkan memang terjadi, bayi Hana terlilit tali pusat, dokter yang mengoperasinya mengatakan jika Bayi Hana terlilit 2 kali dileher dan 1 kali di kaki dengan kondisi tali pusatnya juga pendek, sehingga tidak memungkinkan Bayi untuk turun menuju jalan lahir normal.
Alhamdulillah keputusan untuk melakukan Operasi Sectio Caesarea yang diambil oleh dokter dan saya adalah keputusan yang sangat tepat.
Jika pada proses kelahirannya berbeda, ada satu hal yang sama pada kedua proses kehamilan saya yaitu MIMISAN KETIKA USIA KANDUNGAN MEMASUKI TRIMESTER KE 2.
Pada awalnya saya sangat cemas ketika mengalami mimisan ini, darah yang keluar melalui hidung adalah darah segar , tidak banyak namun sering. Hal ini terjadi ketika usia kandungan saya mulai memasukin Trimester ke 2, karena takut akhirnya saya konsultasi langsung ke dokter spesialis kandungan untuk menanyakan tentang hal ini, dan alhamdulillah  menurut dokter itu memang sering terjadi pada ibu hamil, namun kasusnya mungkin jarang. Kebanyakan ibu hamil sering mengalami pendarahan pada gusi dan kebetulan pada 2 kehamilan saya tidak mengalami hal ini melainkan mengalami Mimisan 😅.
Setelah mendengarkan penjelasan dari dokter, kekhawatiran saya pun akhirnya berkurang. Dokter menyarankan agar saya mengkonsumsi obat penambah darah untuk mencegah terjadinya anemia, karena saya ingin meminimalkan penggunaan obat-obatan akhirnya saya ganti dengan mengkonsumsi banyak sayur-sayuran, lauk pauk dan buah-buahan yang mengandung zat besi seperti 

  1. Sayur bayam
  2. Daging merah
  3. Kacang Merah
  4. Yoghurt
  5. Ikan
  6. Hati Ayam
  7. Kismis dan Kurma
  8. Kacang Tanah dan lain-lain
Alhamdulillah hal ini sangat efektif, walaupun mimisan sering terjadi  saya tidak mengalami anemia.

Mimisan ini terus terjadi hingga bayi lahir, setelah bayi lahir mimisan akan berhenti dengan sendirinya, jadi bunda-bunda yang sedang hamil dan mengalami hal serupa dengan saya tidak perlu panik ya.
Namun jika mimisan hebat ada baiknya segera konsultasikan ke dokter, untuk pemeriksaan dan penangan lebih lanjut :). 
Okee semoga pengalaman saya semasa kehamilan ini bisa bermanfaat ya buat pembaca yang sudah mampir ke blog saya, Terima Kasih 🙂

***
#KEBloggingCollab
Trigger Post : Mendaftarkan BPJS Bayi Baru Lahir   Tulisan dari Dewi Indriyani pemilik blog: www.sanguinhijabi.wordpress.com

With Love,