RECYCLE  BARANG BEKAS, BENTUK KEPEDULIAN KITA TERHADAP LINGKUNGAN

RECYCLE BARANG BEKAS, BENTUK KEPEDULIAN KITA TERHADAP LINGKUNGAN

Ada ga yang pernah melihat pemandangan seperti foto di bawah ini, sampah yang dibuang di pinggir jalan. miris bangetkan ngeliatnya. Sangat disayangkan masyarakat saat ini sangat kurang memperhatikan dampak yang akan diakibatkan untuk lingkungan setelah mereka membuang sampah-sampah tersebut. Ntah karena kurangnya kesadaran atau karena kurangnya pengetahuan hal ini terus dilakukan secara berulang-ulang walaupun sudah dibersihkan dan diberi peringatan untuk membuang sampah sembarangan. 

Sampah-sampah seperti kantong plastik, botol plastik, karung plastik sangatlah membahayakan untuk lingkungan, karena plastik sangat susah diurai sehingga berbahaya untuk tanah. Padahal untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan diet plastik seperti yang ditulis oleh Mbak Lis Dhaniati dalam Trigger Postnya yang berjudul Diet Kantong Plastik, Apa Itu?

Kurangnya kesadaran untuk melestarikan alam akan sangat membahayakan untuk bumi itu sendiri. Padahal banyak sekali hal yang dapat dilakukan untuk menjaga dan melestarikan alam, salah satu caranya adalah dengan melakukan Recycle Barang Bekas. Mendaur ulang barang bekas membantu kita untuk mengubah barang-barang yang tadinya tidak terpakai dan tidak memiliki arti apapun menjadi barang yang memiliki nilai guna sehingga akan memberikan dampak positif pada bumi dengan mengurangi jumlah sampah yang akan dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Berbagai barang-barang bekas bisa kita daur ulang seperti botol plastik, kantong plastik kemasan, Kaleng-kaleng bekas dan lain-lain. 
Sumber Gambar : Becraft Mekarsari

Apalagi saat ini kecanggihan teknologi bisa membantu kita untuk mencari berbagai tutorial yang bisa kita liat melalui internet. Saat ini melalui media sosial Instagram sudah banyak sekali Instagramer yang memang memiliki hobi untuk menyulap barang-barang bekas menjadi barang-barang cantik yang bisa menghiasi rumah, terinspirasi dari mereka saya juga sekarang memanfaatkan dan menyulap barang-barang bekas untuk mempercantik rumah, contohnya adalah memanfaatkan botol bekas, kotak kemasan minuman, kardus-kardus bekas untuk membuat berbagai kreasi seperti contoh di bawah ini.
Yukkk ikut menjaga lingkungan dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang bisa diolah kembali menjadi barang bernilai guna.
***
#KEBloggingCollab
Trigger Post : Diet Kantong Plastik, Apa Itu?
Tulisan dari Lis Dhaniati blog: www.daily-wife.com

With Love,

196 total views, no views today

MIMISAN PADA SAAT HAMIL TRIMESTER KEDUA, BUNDA JANGAN PANIK

MIMISAN PADA SAAT HAMIL TRIMESTER KEDUA, BUNDA JANGAN PANIK

Hamil dan melahirkan merupakan suatu hal yang pasti ditunggu-tunggu oleh seorang wanita, terutama kehamilan yang normal dan tanpa masalah. Saya telah 2 kali mengalami proses kehamilan dan melahirkan. Kehamilan pertama dan kedua yang saya alami sangatlah berbeda begitu pula dengan proses melahirkannya. Putri Pertama saya dilahirkan secara normal sedangkan putri kedua saya secara Sectio Caesarea. 

Putri Kedua saya harus dilahirkan secara Sectio Caesarea  karena  tidak ada perubahan pada pembukaan jalan lahir, sedangkan tanda-tanda akan melahirkan sudah nampak oleh karena itu dokter memutuskan untuk melakukan Operasi Sectio Caesarea, saya juga menyetujui untuk dilakukannya operasi tersebut dari pada diberi  obat perangsang, hal ini karena saya takut jika anak bayi yang di dalam kandung terlilit tali pusat. Ternyata yang saya takutkan memang terjadi, bayi Hana terlilit tali pusat, dokter yang mengoperasinya mengatakan jika Bayi Hana terlilit 2 kali dileher dan 1 kali di kaki dengan kondisi tali pusatnya juga pendek, sehingga tidak memungkinkan Bayi untuk turun menuju jalan lahir normal.
Yuk Mampir Ke Sini : Begini Toh Rasanya Hamil dan Melahirkan
Alhamdulillah keputusan untuk melakukan Operasi Sectio Caesarea yang diambil oleh dokter dan saya adalah keputusan yang sangat tepat.
Jika pada proses kelahirannya berbeda, ada satu hal yang sama pada kedua proses kehamilan saya yaitu MIMISAN KETIKA USIA KANDUNGAN MEMASUKI TRIMESTER KE 2.
Pada awalnya saya sangat cemas ketika mengalami mimisan ini, darah yang keluar melalui hidung adalah darah segar , tidak banyak namun sering. Hal ini terjadi ketika usia kandungan saya mulai memasukin Trimester ke 2, karena takut akhirnya saya konsultasi langsung ke dokter spesialis kandungan untuk menanyakan tentang hal ini, dan alhamdulillah  menurut dokter itu memang sering terjadi pada ibu hamil, namun kasusnya mungkin jarang. Kebanyakan ibu hamil sering mengalami pendarahan pada gusi dan kebetulan pada 2 kehamilan saya tidak mengalami hal ini melainkan mengalami Mimisan 😅.
Setelah mendengarkan penjelasan dari dokter, kekhawatiran saya pun akhirnya berkurang. Dokter menyarankan agar saya mengkonsumsi obat penambah darah untuk mencegah terjadinya anemia, karena saya ingin meminimalkan penggunaan obat-obatan akhirnya saya ganti dengan mengkonsumsi banyak sayur-sayuran, lauk pauk dan buah-buahan yang mengandung zat besi seperti 

  1. Sayur bayam
  2. Daging merah
  3. Kacang Merah
  4. Yoghurt
  5. Ikan
  6. Hati Ayam
  7. Kismis dan Kurma
  8. Kacang Tanah dan lain-lain
Alhamdulillah hal ini sangat efektif, walaupun mimisan sering terjadi  saya tidak mengalami anemia.

Mimisan ini terus terjadi hingga bayi lahir, setelah bayi lahir mimisan akan berhenti dengan sendirinya, jadi bunda-bunda yang sedang hamil dan mengalami hal serupa dengan saya tidak perlu panik ya.
Namun jika mimisan hebat ada baiknya segera konsultasikan ke dokter, untuk pemeriksaan dan penangan lebih lanjut :). 
Okee semoga pengalaman saya semasa kehamilan ini bisa bermanfaat ya buat pembaca yang sudah mampir ke blog saya, Terima Kasih 🙂

***
#KEBloggingCollab
Trigger Post : Mendaftarkan BPJS Bayi Baru Lahir   Tulisan dari Dewi Indriyani pemilik blog: www.sanguinhijabi.wordpress.com

With Love,

249 total views, 4 views today

Kakak Caper, Adek Baper

Kakak Caper, Adek Baper

“Umi umi coba liat kakak deh, cantik ga ?”
“Umi kakak mau dipangku sama umi?”

disudut lainnya si adek teriak nangis-nangis 

Akhir akhir ini lumayan banget berasanya ngurusin anak dua yang lagi pada masa-masanya suka caper alias cari perhatian. Apapun yang sedang dikerjakan maunya diperhatiin, dipuji dan kita harus fokus sama dia aja, berebut perhatianlah intinya. Berantem terus akhir-akhir ini, ga ada akur-akurnya.
Si kakaknya sedang sibuk-sibuknya cari perhatian, adeknya malah baperan liat kakaknya di perhatiin, dan hasilnya sekarang si adek sensian sama kakaknya. 

Akhir-akhir ini pun Kakaknya jarang mau main lagi ke tempat neneknya, mungkin karena Sekarang Kakek dan neneknya lebih fokus ke adeknya yang sedang lucu-lucunya. Jadi merasa ga diperhatiin.
Bagaimana cara saya mengatasinya??
Tips ringan dari saya adalah 
  1. Keduanya harus mendapatkan perlakuan yang sama dengan kata lain apapun yang saya katakan atau pujian apapun yang saya katakan keduanya harus mendapatkannya, baru aman hidup emaknya hahahahah. Ga bakal ada perang cakar-cakaran atau nangis-nangisan lagi.
  2. Mengajarkan kepada kakaknya untuk mengalah dan memahami si adik, tanpa harus memarahi.
  3. Bersikap adil kepada keduanya baik dari segi perhatian ataupun dari segi membeli mainan ataupun jajanan.
  4. Tegaskan kepada kakaknya bahwa dengan ada adiknya dia tidak akan kekurangan perhatian dan kasih sayang sedikit pun :).
Semenjak tips ini saya terapkan alhamdulillah, Drama Kakak Caper, Adek Baper sedikit demi sedikit berkurang. 
Bunda yang pasti pernah mengalami hal seperti ini, yuk berbagi tips dan share tips kecenya ya di kolom komentar 🙂

***
#KEBloggingCollab
Trigger Post :  Anak Berkata Kasar, Harus Bagaimana?
Tulisan dari Nova Violita blog: http://www.novanovili.com/
Terima Kasih sudah berkunjung 🙂

244 total views, no views today

Cara Simpel Mengatasi Tantrum Pada Anak

Cara Simpel Mengatasi Tantrum Pada Anak

Tantrum 

Sebelumnya teman-teman atau bunda dan ayah pernah mendengar atau membaca kata Tantrum. Sebuah kata yang beberapa minggu belakangan ini terjadi pada anak saya paling kecil yang saat ini berusia 1,5 tahun.

Tantrum adalah sebuah ledakan emosi yang biasanya terjadi pada anak-anak atau orang-orang yang mengalami kesulitan dalam emosional. Jika pada anak-anak sering ditemukan dalam bentuk sikap keras kepala, menangis hingga menjadi-jadi, berteriak, menjerit-jerit, membangkang, berguling-guling, membenturkan kepala hingga membanting-bantingkan badan ke lantai.



Beberapa minggu belakangan ini putri saya paling kecil mulai menunjukkan tanda-tanda Tantrum seperti mudah ngambek, jika keinginan tidak terpenuhi dia akan menangis hingga menjadi-jadi, berteriak, memukul, hingga tiduran di lantai dan akan berlangsung selama +15-20 menit. Terjadinya bisa dimana saja, saat di pusat perbelanjaan, di rumah ataupun di jalan.

Jika sebelum-sebelumnya saya selalu membujuk dan menuruti semua keinginannya untuk mencegah agar tidak terjadi tantrum, namun akhirnya saya dan suami sepakat untuk mengatasi tantrum tersebut. Hal ini karena jika kami selalu menuruti apapun keinginannya, hal ini akan berdampak pada kegagalan  anak dalam mengontrol emosinya dan tantrumnya akan semakin menjadi-jadi.


Setelah membaca beberapa referensi, akhirnya kami juga mulai menerapkan cara-cara aman untuk mengatasi tantrum pada anak. Walaupun terkadang dari berbagai sisi selalu dianggap kejam dan pelit karena tidak memberikan apa yang diinginkan si anak oleh beberapa orang dan bahkan oleh orang terdekat sendiri seperti kakek dan neneknya. Namun dengan perlahan kami mulai menjelaskan tentang situasi dan bahaya tantrum itu sendiri dan meminta mereka juga bekerja sama untuk tidak memanjakan putri kami secara berlebihan.

Nah buat ayah dan bunda yang sedang mengalami kejadian seperti saya ada beberapa tips sederhana dari saya untuk mengatasi Tantrum pada anak yaitu :

Pertama : Tenang dan Sabar
Untuk kedua orang tua pada saat anak mulai tantrum janganlah terpancing emosi, tetap tenang sambil memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar anak, pantau sikap anak pada saat akan memulai tantrum, sambil mengarahkan dia untuk menjauh dari lingkungan berbahaya seperti tempat yang banyak kaca atau benda-benda tajam lainnya. Jika dia ingin berguling-guling cukup cegah dengan cara ayah berdiri dengan posisi kedua kaki berada disisi kanan kiri badan anak.

Kedua: Jangan memarahi, membentak ataupun memenuhi keinginan anak
Jika tantrum sudah terjadi, biarkan dan tunggu saja hingga tantrumnya mereda dan anak sudah bisa diajak berdiskusi. Jangan sekali-kali memarahi dan membentak karena dengan kita melakukan hal-hal itu anak akan semakin menjadi-jadi. Hal yang paling perlu diingat oleh para orang tua adalah Tidak Membujuk anak, karena jika kita langsung membujuk dengan memenuhi keinginan anak itu tidak akan memecahkan masalah malah akan membuat anak akan mengulangi perbuatannya karena merasa dirinya akan dibujuk.

Jika tantrumnya sudah mereda, ayah ataupun bunda bisa mulai mencoba berdiskusi secara perlahan-lahan dan menjelaskan dengan bahasa sesederhana mungkin yang mudah dipahami anak.

Ketiga : Beri Pengertian
Untuk mengatasi tantrum, diperlukan kerjasama seluruh anggota keluarga seperti ayah, ibu, tante, kakek dan nenek. Beri pengertian dan penjelasan bahwa anda ingin mengatasi tantrum pada anak anda, dan minta mereka untuk bekerja sama dengan cara tidak menuruti ataupun membujuk anak pada saat dia tantrum. Berikan juga penjelasan tentang bagaimana cara mengatasi jika anak mulai tantrum.

Berdasarkan pengalaman saya saat mengatasi tantrum pada Hana, tiga cara simpel diatas sangat membantu dan sangat efektif. Walaupun belum hilang namun tantrum pada putri saya sudah mulai jarang terjadi, yuk ayah dan bunda yang sedang mengalami fase ini dicobain tipsnya.

Teman-teman yang punya pengalaman anaknya yang tantrum dan cara mengatasinya boleh share kok di kolom komentar :), semoga tips dari saya bisa bermanfaat ya.

#KEBloggingCollab
Trigger Post :  Pesan Agama Tuk Remaja Melalu Komik


226 total views, no views today

DIY : Membuat Homedecor Kekinian

DIY : Membuat Homedecor Kekinian

Haloo sobat Odel 

ada yang suka bebikinan ga ??
kebetulan tulisan saya kali ini adalah tentang membuat sesuatu yang lagi trend dan kekinian yaitu homedecor tulisan “HOME” dari Karton Board 3 mm.



Belum lama ini saya lagi keranjingan bikin DIY ala-ala , karena terinspirasi dari ibu-ibu kreatif dari Instagram yang akhirnya nyoba bebikinan juga. Itung-itung ngirit ketimbang beli, harganya mehong-mehong cyinn hehehe maklumin yak namanya juga ibu rumah tangga.

Cara bikinnya ini gampang banget sebenernya, serta alat danbahan-bahannya juga ga terlalu susah untuk didapetin. Mau tau cara bikinnya yukk dibaca sampai bawah 🙂

Untuk alat-alat dan bahan semuanya bisa diganti ya sesuai dengan selera sobat, misalnya nih kalo saya menggunakan karton board 3 mm, sobat-sobat bisa kok menggunakan kardus ataupun bekas minuman kotak 1 liter tergantung keinginan dan selera masing-masing.

Alat dan Bahan
  1. 1 (satu) Lembar Karton Board 3 mm / kardus / bekas minuman kotak 1 liter, Untuk karton board sobat bisa dapetin di toko-toko yang menjual alat tulis atau kalo mau lebih gampang nyarinya bisa cari di Gramedia.
  2. Gunting,Cutter, Penggaris, Alat Tulis 
  3. Lem ( Lem UHU atau bisa juga Lem Lilin)
  4. Skotlet atau bisa juga menggunakan cat acrylic ataupun pylox. Untuk warna sesuaikan dengan selera masing-masing.
Alat dan Bahan


Nah untuk yang belum tau apa itu Skotlet, skotlet merupakan stiker yang biasanya digunakan oleh toko-toko variasi motor ataupun mobil untuk menutup bodi motor ataupun mobil. Skotlet sendiri banyak bermacam-macam warna dan jenisnya seperti warna polos transaran, polos doff ataupun bermotif, jadi kalo mau nyari skotlet ini bisa langsung di tempat variasi motor atau mobil.


Cara Membuat
Langkah Pertama
Pertama-tama adalah Membuat Pola Kubus terlebih dahulu, untuk ukuran silahkan tentukan sendiri berapa ukuran yang ingin sobat bikin ya, mau besar, sedang dan kecil semua tergantung selera. Untuk membuat tulisan HOME berarti yang sobat butuhkan adalah 4 buah kubus, dimana nanti kubus-kubus tersebut akan ditempelkan /dituliskan huruf-huruf “H, O, M, dan E”

Pola Kotak 
Pola yang saya buat di atas masing-masing persegi memiliki sisi yang berukuran 5 cm x 5 cm dengan lebar tambahan 1,5 cm yang nantinya akan digunakan untuk meletakan lem/perekat, untuk alas dan penutup bagian atas cukup membuat 2 buah segi empat dengan ukuran 5 cm x 5 xm


Langkah Kedua

Setelah membuat Pola langkah kedua adalah memotong karton tadi sesuai dengan pola, ketika memotong penghubung antar sisi kubus jangan dipotong sampai terpisah, potong dengan menggunakan cutter 1-2 x sayatan sehingga penghubung antar sisi tidak terputus sehingga memudahkan pada saat akan dibentuk menjadi sebuah kubus.



Langkah Ketiga
Pada bagian sisi yang berlebih yang digunakan untuk merekatkan sisi atas dan bawah, tipiskan bagian yang akan diberi perekat dengan cara membuang setengah dari tebal karton semula. Bentuk pola tadi menjadi sebuah kubus lalu rekatkan dengan menggunakan lem.

 


Jangan lupa untuk menutup bagian bawah dan atas kubus 



Setelah selesai terbentuk menjadi sebuah kubus, Kubus tersebut bisa dicat menggunakan pylox ataupun cat acrylic atau bisa juga di lapis dengan stiker scotlet.


Langkah terakhir adalah menempelkan / melukiskan huruf pada masing-masing kubus, apabila cat telah kering atau proses pelapisan kubus tersebut telah selesai. Nahh gini deh hasilnya 🙂




Gimana Gampangkan caranya, silahkan mencoba ya 🙂
selamat berkarya dan jangan lupa share juga ya barang-barang hasil DIY yang pernah teman-teman bikin
#KEBloggingCollab
Trigger Post : Membuat DIY Daun Kering

203 total views, no views today